CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Rabu, 12 Desember 2012

Nice Story about РØĦØŇ, ⓓⓐⓤⓝ & λทg¡ท

"If you want love from someone, show your love. Because love does't require any doubt, Show it!!"

РØĦØŇ

Alasan mengapa orang2 memanggilku "Pohon" karena aku sangat   baik dalam
menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada
sisi kanan kanvas sebagai trademark pada semua lukisanku.
Selama ini aku telah menjalin hubungan dengan 5 orang wanita.
Ada satu wanita yang aku sangat cintai, tapi aku tidak punya keberanian
untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang
sexy, dsb. Dia sangat peduli dengan orang lain, tetapi dia hanya wanita
biasa saja. Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang
polos dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya &
kekuatannya.
Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat
biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua
perasaan yang indah ini akan hilang. Aku merasa dia adalah "sahabatku",
bahwa aku akan memilikinya sampai kapanpun dan aku tidak harus memberikan
semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku
dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis2
lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.
Ketika aku mencium pasanganku yang kedua, dan tidak sengaja terlihat olehnya, dia hanya
tersenyum dengan berwajah merah dan berkata "lanjutkan saja" dan setelah
itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak ... dan merah ....
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, tapi
setelah itu aku tertawa dengannya seharian.
Pasanganku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua
perang dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi
aku masih tetap bersama pasanganku saat itu. Aku berteriak padanya dan
matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan
perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pasanganku. Esoknya dia
masih dapat tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi
sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak
tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pasanganku yang ke 5, aku mengajaknya pergi.
Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin
kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali dia juga punya
sesuatu yang ingin dia katakan pada ku.
Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pasanganku dan dia berkata
tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria
itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan
menarik.
Aku tak mampu memperlihatkan betapa sakitnya hatiku, tapi aku hanya bisa
tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah,
sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada
batu yang sangat berat didadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin
berteriak namun tidak bisa. Air mata mengalir dan aku jatuh menangis,
seperti saat dia menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya selama
ini.
Beberapa hari kemudian aku menerima sebuah catatan di tasku, tertanggal 10
hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis, berbunyi,
"Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal ?"

 
ⓓⓐⓤⓝ


Selama ini aku suka mengoleksi daun2!! kenapa? Karena aku merasa bahwa
daun, untuk meninggalkan pohon yang ditinggalinya selama ini membutuhkan
banyak kekuatan.

Selama 3 thn terakhir aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai
kekasih tapi "sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pasangan untuk yang
pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku
pelajari sebelumnya - CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa
digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2
bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa
gembiranya.Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.

Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia
tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang
memulainya lebih dulu untuk melangkah?

Ketika dia punya pasangan yang baru (lagi), hatiku! selalu sakit. Waktu
terus berjalan dan berjalan, hatiku masih sakit. Aku mulai mengira bahwa
ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia
memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya hanya untuk
seorang teman?
Menyukai seseorang memang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya,
kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui.

Kau tidak mengharapkan aku, seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, aku mau tetap disampingnya, memberiknya perhatian,
menemaninya, dan mencintai dia tentunya. Berharap, bahwa suatu hari, dia
akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telphone setiap
malam dan berharap suaranya ada disana. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia
pasti meluangkan waktunya untukku.

Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku
mulai menyerah. Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu. Luka, sakit hati,
dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun.

Suatu ketika aku mulai merasakan kehadiran seorang pria, seorang pria yang
selama ini mengejarku tanpa lelah. Setelah penolakan2 yang aku
tunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil
dihatiku.

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk
terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan
angin ini ruang yang kecil di hatiku. Tapi biarlah ruangan ini menjadi
miliknya.

Aku tahu Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh, jauh ketempat
yang lebih baik. Akhirnya, aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya
tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih
memandangnya tersenyum ke arahku.


"Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk
tinggal?"


λทg¡ท
Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Karena dia sangat bergantung pada
Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat. Angin akan meniup Daun
terbang jauh. Ketika aku pertama kali melihatnya, aku melihat seseorang
memperhatikan kami bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk disana
sendirian atau dengan teman2 nya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon
berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya. Namun ketika Pohon
melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.

Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka
memperhatikan Pohon. Jika satu hari dia tdk tampak, aku pasti merasakan
kehilangan.

Suatu hari aku melihat Daun sendirian, menangis. Air mata mengalir di
mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya
yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya.
Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia
datang, menghampiriku dan memberiku catatan.

Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan
kata2 tersebut. Namun seiring waktu, dengan pelan dia mulai berbicara
padaku dan menerima kehadiranku atau telephonku.

Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar
suatu hari dia menyukaiku. Selama 4 bln, Aku telah mengucapkan kata
Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap kali itu pula dia berusaha
mengalihkan pembicaraan .... tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan
untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi kekasihku.

Suatu hari di telephone aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau
tidak pernah membalas?", dia ! berkata, "aku menengadahkan kepalaku . . .".
"Ah?" Aku tidak percaya apa yang aku dengar. "AKU MENENGADAHKAN KEPALAKU"
dia berteriak. Aku meletakkan telp, dan segera berlari ke tempatnya, dia membuka pintu. Aku memeluknya erat2.

"Daun terbang karena tiupan Angin,
atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?"

Tidak ada komentar:

:a :b :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :m :n :o :p :q :r :s :t :u :v :w :x

Posting Komentar

 
Flame